Blog ini diambil dari berbagai sumber referensi bidang pendidikan, baik dari instansi terkait maupun dari website pakar pendidikan yang terus berkembang. Tentu saja referensi yang ada di sini rekatif terbatas, namun tentu saja bisa dimanfaatkan bagi yang berkepentingan.
Sumber yang dipakai antara lain dari http://akhmadsudrajat.wordress.com.
Makalah dan Artikel MANAJEMEN PENDIDIKAN
Di bawah ini disajikan berbagai tulisan tentang opini, issue, trend, dan teori seputar MANAJEMEN PENDIDIKAN.
Jika Anda berkenan untuk membaca atau mendownload materi yang tersedia, silahkan tinggal klik saja tautan materi terkait.
Tentu saja, komentar dan diskusi dari Anda sangat dinantikan guna kepentingan perbaikan dan inspirasi penulisan berikutnya
A. Konsep dan Substansi Manajemen Pendidikan
1. Konsep Dasar Manajemen Sekolah
2. Manajemen Sekolah dalam Upaya Mengantisipasi Perubahan
3. Manajemen Kinerja Guru
4. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dan KTSP
5. Konsep Visi Sekolah
6. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)
7. Analisis Situasi Sekolah dalam Pengembangan KTSP
8. Strategi Pengembangan Sekolah Unggul
9. Sepuluh Langkah Menjaga Kehidupan Inovasi dalam Organisasi
10. Difusi Inovasi
11. Makna Baru Perubahan Pendidikan
12. Image Perubahan Pendidikan
13. Enam Mithos tentang Kreativitas
14. Sepuluh Cara Meningkatkan Inovasi
15. Budaya Organisasi di Sekolah
16. Sekolah Sehat dan Sekolah Sakit
17. Iklim Sekolah Kaitannya dengan Hasil Akademik dan Non Akademik Siswa
18. Konsep Disiplin Kerja
19. Tiga Belas Ciri Sekolah Bermutu
20. Mutu Pendidikan Kita Rendah… Salah Siapa?
21. Memperbaiki Mutu Pendidikan Sekolah Melalui Team Work
22. Sekilas tentang Biaya Pendidikan
23. Konsep Dasar Sekolah Kategori Mandiri-Sekolah Standar Nasional
24. Peran Strategis Komite Sekolah
25. Tujuh Sikap Mencairkan Konflik di Sekolah
26. Sebelas Karakteristik Manajemen Sekolah
B. Kepemimpinan Pendidikan
1. Kepemimpinan Pendidikan
2. Kepemimpinan Kepala Sekolah
3. Kompetensi Kepala Sekolah
4. Kualifikasi Kepala Sekolah
5. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah
6. Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah
7. Tujuh Puluh Persen (70%) Kepala Sekolah Tidak Kompeten
8. Kepemimpinan Perempuan
9. Tigas Belas Faktor Menjadi Kepala Sekolah yang Efektif
10. Profil Manajer dan Pemimpin Pendidikan yang Dibutuhkan Saat ini
11. Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah
C. Pengawasan Pendidikan
1. Hakikat Pengawasan Sekolah
2. Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas Sekolah
3. Quality-Based Educational Supervision (QBES): Membangun Pengawasan Pendidikan yang Berorientasi Mutu
4. Kualifikasi Pengawas Sekolah
5. Kompetensi Pengawas Sekolah
6. Pembinaan dan Pengembangan Karier Pengawas Sekolah
7. Standar Mutu Pengawas Sekolah
8. Akreditasi Sekolah
9. Koleksi Instrumen Supervisi
10. Instrumen Kinerja Sekolah Standar Nasional
11. Konsep Penilaian Portofolio Guru
12. Konsep Penilaian Kinerja Guru
13. Evaluasi Kinerja Guru oleh Siswa
14. Kepengawasan di Belanda (Makalah dari luar)
15. Download Buku 8 Pedoman Penyusunan Portofolio Pengawas Sekolah
D. Umum
1. Regulasi Pendidikan Nasional
2. Seputar KTSP
3. Workshop Penyempurnaan Bahan Ajar Berbasis TIK
4. Mencermati tentang Ketentuan Seragam Sekolah
5. Daftar Situs PTN di Indonesia
6. Sebuah Catatan tentang Rencana Serifikasi Pengawas Sekolah Tahun 2009
7. Majalah Ilmiah Populer Bina Akademika
8. Apakah guru bisa menjadi pekerjaan profesional yang sejatinya?
9. Antara Dukun dengan Pekerjaan Profesional (Guru, Konselor, dan Pengawas Sekolah)
10. Kode Etik Guru
Makalah dan Artikel KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Di bawah ini disajikan berbagai tulisan tentang opini, issue, trend, dan teori seputar KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN.
Jika Anda berkenan untuk membaca atau mendownload materi yang tersedia, silahkan tinggal klik saja tautan materi terkait.
Tentu saja, komentar dan diskusi dari Anda sangat dinantikan guna kepentingan perbaikan dan inspirasi penulisan berikutnya
A. Konsep Kurikulum
1. Pengertian Kurikulum
2. Teori Pendidikan dan Kurikulum
3. Landasan Pengembangan Kurikulum
4. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
5. Model Pengembangan Kurikulum
6. Komponen-Komponen Kurikulum
7. Manajemen Kurikulum
8. Perubahan Kurikulum
9. Pengelolaan Kurikulum pada Sekolah Standar Nasional
10. Pengembangan Diri Dalam KTSP
11. Informasi Seputar KTSP
12. Perbandingan Kurikulum 2004 dengan KTSP
B. Konsep Pembelajaran
1. Konsep PAKEM
2. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif
3. Quantum Learning
4. Pembelajaran Kontekstual
5. Teori Belajar Konstruktivisme
6. Lima Unsur Lingkungan Pembelajaran Konstruktivisme
7. Empat Pilar Belajar
8. Pembelajaran Pengayaan dalam KTSP
9. Pembelajaran Remedial dalam KTSP
10. Konsep Dasar Pendidikan Berbasis Keunggulan (PBKL)
11. Pembelajaran Tematik di Kelas Awal SD
12. Hakikat Pendidikan
13. Pendekatan-Pendekatan dalam Teori Pendidikan
14. Pendidikan dari Jaman ke Jaman
15. Pendidikan Multikultural di Indonesia
16. Pendidikan Holistik
17. Pendidikan Sepanjang Hayat (I)
18. Pendidikan Sepanjang Hayat (II)
19. Konsep, Ruang Lingkup, dan Sasaran Pendidikan Umum
20. Pergeseran Paradigma Pendidikan dari Behavioristik ke Konstruktivistik
21. Komparasi Pembelajaran Behavioristik dan Kontruktivistik
22. 10 Megatrend tentang Belajar
23. 9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa
24. Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat
C. Proses Pembelajaran
1. Persiapan Mengajar
2. Panduan Umum Pengembangan SIlabus
3. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran
4. Strategi Pembelajaran
5. Prosedur Pembelajaran
6. Pengembangan Bahan Ajar
7. Model Pembelajaran Inovatif (I)
8. Model Pembelajaran Inovatif (II)
9. Cooperative Lerning -Metode Jigsaw
10. Pembelajaran Kooperatif – Metode Group Investigation
11. Model Pembelajaran Afektif
12. Model Pembelajaran pada Sekolah Standar Nasional
13. Media Pembelajaran
14. Teknologi Pembelajaran
15. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Teknologi Pembelajaran
16. Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran
17. Ice Break Tayangan Multimedia
18. Game (Ice Break) dalam Pembelajaran (I)
19. Game (ice Break) dalam Pembelajaran (II)
20. Game (Ice Break) dalam Pembelajaran (III)
21. Teknik Pengelolaan Kelas
22. Penataan Tempat Duduk dalam Pengelolaan Kelas
23. Team Teaching
D. Penilaian Pembelajaran
1. Penilaian Pembelajaran dalam KTSP
2. Kriteria Ketuntasan Minimal (I)
3. Kriteria Ketuntasan Minimal (II)
4. Kontroversi Ujian Nasional
5. Penilaian Portofolio
6. Pengembangan Indikator dalam KTSP
7. Penilain Ranah Psikomotorik
8. Penilaian Ranah Afektif
9. Sistem Penilaian Pada Sekolah Standar Nasional
E. Tentang Guru
1. Peran Guru dalam Pendidikan
2. Guru sebagai Motivator
3. Guru sebagai Fasilitator
4. Ciri-Ciri Guru Konstruktivis
5. Guru dan KTSP
6. Guru dan Praktik Pembelajarannya
7. Proposisi Inti Kompetensi Guru
8. Bentuk Budaya Guru
9. Peran Kepala Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru
10. Manajemen Kinerja Guru
11. Lima Cara Guru Belajar
12. Revitalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
13. Pelatihan Guru
14. Pemberdayaan Guru
15. Masalah Sertifikasi Guru (I)
16. Masalah Sertifikasi Guru (II)
17. Sebelas Asumsi Pendidik akan Diperlakukan dengan Hormat
F. Inovasi dan Mutu Pembelajaran
1. Peningkatan Mutu Pembelajaran
2. Penelitian Tindakan Kelas (I)
3. Penelitian Tindakan Kelas (II)
4. Karya Tulis Ilmiah Guru
5. Persyaratan dan Kriteria Karya Tulis Ilmiah Guru
6. Supervisi Klinis untuk Perbaikan Pembelajaran
7. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Pembelajaran
Iklim Sekolah Kaitannya dengan Hasil Akademik dan Non Akademik Siswa
Diterbitkan 29 Maret 2008 manajemen pendidikan 4 Comments
Tags: administrasi pendidikan, artikel, berita, manajemen pendidikan, opini, umum
Iklim sekolah didefinisikan orang secara beragam dan dalam penggunaanya kerapkali dipertukarkan dengan istilah budaya sekolah. Iklim sekolah sering dianalogikan dengan kepribadian individu dan dipandang sebagai bagian dari lingkungan sekolah yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologis serta direfleksikan melalui interaksi di dalam maupun di luar kelas. Halpin dan Croft (1963) menyebutkan bahwa iklim sekolah adalah sesuatu yang bersifat intangible tetapi memiliki konsekuensi terhadap organisasi.
Tagiuri (1968) mengetengahkan tentang taksonomi iklim sekolah yang mencakup empat dimensi, yaitu: (1) ekologi; aspek-aspek fisik-materil, seperti bangunan sekolah, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang BK dan sejenisnya (2) milieu: karateristik individu di sekolah pada umumnya, seperti: moral kerja guru, latar belakang siswa, stabilitas staf dan sebagainya: (3) sistem sosial: struktur formal maupun informal atau berbagai peraturan untuk mengendalikan interaksi individu dan kelompok di sekolah, mencakup komunikasi kepala sekolah-guru, partispasi staf dalam pengenbilan keputusan, keterlibatan siswa dalam pengambilan keputusan, kolegialitas, hubungan guru-siswa; dan (4) budaya: sistem nilai dan keyakinan, seperti: norma pergaulan siswa, ekspektasi keberhasilan, disiplin sekolah.
Berdasarkan berbagai studi yang dilakukan, iklim sekolah telah terbukti memberikan pengaruh yang kuat terhadap pencapaian hasil-hasil akademik siswa. Hasil tinjauan ulang yang dilakukan Anderson (1982) terhadap 40 studi tentang iklim sekolah sepanjang tahun 1964 sampai dengan 1980, hampir lebih dari setengahnya menunjukkan bahwa komitmen guru yang tinggi, norma hubungan kelompok sebaya yang positif, kerja sama team, ekspektasi yang tinggi dari guru dan adminstrator, konsistensi dan pengaturan tentang hukuman dan ganjaran, konsensus tentang kurikulum dan pembelajaran, serta kejelasan tujuan dan sasaran telah memberikan sumbangan yang berharga terhadap pencapaian hasil akademik siswa.
Hubungan sosial antara siswa dengan guru yang mutualistik merupakan unsur penting dalam kehidupan sekolah. Guru yang memiliki interes, peduli, adil, demokratis, dan respek terhadap siswanya ternyata telah mampu mengurangi tingkat drop out siswa, tinggal kelas, dan perilaku salah suai di kalangan siswa (Farrell, 1990; Fine, 1989; Wehlage & Rutter, 1986; Bryk & Driscoll, 1988). Studi yang dilakukan oleh Wentzel (1997) mengungkapkan bahwa iklim sekolah memiliki hubungan yang positif dengan motivasi belajar siswa. Sementara itu, studi longitudional yang dilakukan oleh Roeser & Eccles (1998) membuktikan bahwa guru yang bersikap adil dan jujur memiliki dampak ke depannya bagi penguasaan kompetensi akademik dan nilai-nilai (values) akademik. Studi yang dilakukan Stockard dan Mayberry (1992) menyimpulkan bahwa iklim sekolah, yang mencakup : ekspektasi prestasi siswa yang tinggi, lingkungan sekolah yang teratur, moral yang tinggi, perlakuan terhadap siswa yang positif, penyertaan aktivitas siswa yang tinggi dan hubungan sosial yang positif ternyata memiliki korelasi yang kuat dengan hasil-hasil akademik siswa.
Selain berdampak positif pada pencapaian hasil akademik siswa, iklim sekolah pun memiliki kontribusi positif terhadap pencapaian hasil non akademik, seperti pembentukan konsep diri, keyakinan diri, dan aspirasi (Brookover et al., 1979; McDill & Rigsby, 1973; Mitchell, 1968; Anderson, 1982). Studi yang dilakukan Battistich dan Hom (1997) mengungkapkan bahwa adanya perasaan akan komunitas (sense of community) dapat mengurangi secara signifikan terhadap munculnya perilaku bermasalah seperti, keterlibatan narkoba, kenakalan remaja dan tindak kekerasan. Iklim sekolah yang positif juga dapat menurunkan tingkat depresi (Roeser & Eccles 1998). Studi yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1983 yang menguji tentang kesehatan perilaku, gaya hidup dan konteks sosial pada kalangan anak muda di 28 negara menunjukkan bahwa keterlibatan peran dalam pengambilan keputusan di sekolah, perasaan memperoleh dukungan dari guru dan siswa lainnya ternyata berkorelasi dengan semakin berkurangnya kebiasaan merokok, tingginya aktivitas fisik, serta tingkat kesehatan dan kualitas hidup yang baik (Currie et al. 2000). Iklim sekolah juga berpengaruh terhadap pembentukan nilai-nilai kewarganegaraan (civic values). Sebagai contoh: hubungan guru-siswa yang saling menghormati, adanya kebebasan untuk menyatakan tidak setuju, mau mendengarkan siswa meski dalam perspektif yang berbeda telah memberikan dampak terhadap tingkat kekritisan siswa tentang berbagai isu yang terkait dengan kewarganegaraan (Newmann, 1990). Selain itu, siswa juga lebih toleran terhadap perbedaan (Ehman, 1980) dan lebih mengenal terhadap berbagai hubungan internasional (Torney-Purta & Lansdale, 1986).
Adaptasi dan disarikan dari : Les Gallay and Suet-ling Pong. 2004. School Climate and Students’ Intervention Strategies on line www.pop.psy.edu
Makalah dan Artikel KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Diterbitkan 5 Nopember 2008 kurikulum dan pembelajaran 65 Comments
Tags: artikel, berita, KTSP, kurikulum, makalah, opini, pembelajaran, pendidikan
Selamat Datang di
Let’s Talk About Education!
============================
Di bawah ini disajikan berbagai tulisan tentang opini, issue, trend, dan teori seputar KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN.
Jika Anda berkenan untuk membaca atau mendownload materi yang tersedia, silahkan tinggal klik saja tautan materi terkait.
Tentu saja, komentar dan diskusi dari Anda sangat dinantikan guna kepentingan perbaikan dan inspirasi penulisan berikutnya
A. Konsep Kurikulum
13. Pengertian Kurikulum
14. Teori Pendidikan dan Kurikulum
15. Landasan Pengembangan Kurikulum
16. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
17. Model Pengembangan Kurikulum
18. Komponen-Komponen Kurikulum
19. Manajemen Kurikulum
20. Perubahan Kurikulum
21. Pengelolaan Kurikulum pada Sekolah Standar Nasional
22. Pengembangan Diri Dalam KTSP
23. Informasi Seputar KTSP
24. Perbandingan Kurikulum 2004 dengan KTSP
B. Konsep Pembelajaran
25. Konsep PAKEM
26. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif
27. Quantum Learning
28. Pembelajaran Kontekstual
29. Teori Belajar Konstruktivisme
30. Lima Unsur Lingkungan Pembelajaran Konstruktivisme
31. Empat Pilar Belajar
32. Pembelajaran Pengayaan dalam KTSP
33. Pembelajaran Remedial dalam KTSP
34. Konsep Dasar Pendidikan Berbasis Keunggulan (PBKL)
35. Pembelajaran Tematik di Kelas Awal SD
36. Hakikat Pendidikan
37. Pendekatan-Pendekatan dalam Teori Pendidikan
38. Pendidikan dari Jaman ke Jaman
39. Pendidikan Multikultural di Indonesia
40. Pendidikan Holistik
41. Pendidikan Sepanjang Hayat (I)
42. Pendidikan Sepanjang Hayat (II)
43. Konsep, Ruang Lingkup, dan Sasaran Pendidikan Umum
44. Pergeseran Paradigma Pendidikan dari Behavioristik ke Konstruktivistik
45. Komparasi Pembelajaran Behavioristik dan Kontruktivistik
46. 10 Megatrend tentang Belajar
47. 9 Prinsip Pendidikan Orang Dewasa
48. Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat
C. Proses Pembelajaran
24. Persiapan Mengajar
25. Panduan Umum Pengembangan SIlabus
26. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran
27. Strategi Pembelajaran
28. Prosedur Pembelajaran
29. Pengembangan Bahan Ajar
30. Model Pembelajaran Inovatif (I)
31. Model Pembelajaran Inovatif (II)
32. Cooperative Lerning -Metode Jigsaw
33. Pembelajaran Kooperatif – Metode Group Investigation
34. Model Pembelajaran Afektif
35. Model Pembelajaran pada Sekolah Standar Nasional
36. Media Pembelajaran
37. Teknologi Pembelajaran
38. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Teknologi Pembelajaran
39. Sumber Belajar untuk Mengefektifkan Pembelajaran
40. Ice Break Tayangan Multimedia
41. Game (Ice Break) dalam Pembelajaran (I)
42. Game (ice Break) dalam Pembelajaran (II)
43. Game (Ice Break) dalam Pembelajaran (III)
44. Teknik Pengelolaan Kelas
45. Penataan Tempat Duduk dalam Pengelolaan Kelas
46. Team Teaching
D. Penilaian Pembelajaran
10. Penilaian Pembelajaran dalam KTSP
11. Kriteria Ketuntasan Minimal (I)
12. Kriteria Ketuntasan Minimal (II)
13. Kontroversi Ujian Nasional
14. Penilaian Portofolio
15. Pengembangan Indikator dalam KTSP
16. Penilain Ranah Psikomotorik
17. Penilaian Ranah Afektif
18. Sistem Penilaian Pada Sekolah Standar Nasional
E. Tentang Guru
18. Peran Guru dalam Pendidikan
19. Guru sebagai Motivator
20. Guru sebagai Fasilitator
21. Ciri-Ciri Guru Konstruktivis
22. Guru dan KTSP
23. Guru dan Praktik Pembelajarannya
24. Proposisi Inti Kompetensi Guru
25. Bentuk Budaya Guru
26. Peran Kepala Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru
27. Manajemen Kinerja Guru
28. Lima Cara Guru Belajar
29. Revitalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
30. Pelatihan Guru
31. Pemberdayaan Guru
32. Masalah Sertifikasi Guru (I)
33. Masalah Sertifikasi Guru (II)
34. Sebelas Asumsi Pendidik akan Diperlakukan dengan Hormat
F. Inovasi dan Mutu Pembelajaran
8. Peningkatan Mutu Pembelajaran
9. Penelitian Tindakan Kelas (I)
10. Penelitian Tindakan Kelas (II)
11. Karya Tulis Ilmiah Guru
12. Persyaratan dan Kriteria Karya Tulis Ilmiah Guru
13. Supervisi Klinis untuk Perbaikan Pembelajaran
14. Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Pembelajaran
Jumat, 10 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar